Setelah melakukan rapat pembukaan, 4 langkah audit energi berikutnya dibedakan sesuai dengan objek atau ruang lingkup audit energi yang sudah ditentukan sebelumnya; bangunan gedung, sistem thermal mekanikal, atau audit energi pada sistem kelistrikan.
- Mengumpulkan data
- Merencanakan pengukuran parameter energi
- Melakukan survei lapangan
- Melakukan analisis data
Mengumpulkan data
Perlu dicatat bahwa tidak semua informasi tentang energi bisa dijadikan sebagai data. Karenanya, setiap informasi perlu diverifikasi apakah memadai dipakai sebagai data dan relevan dengan tujuan audit energi dilakukan.
Data apa saja yang dibutuhkan dalam audit energi?
- Daftar sistem proses dan pengguna energi
- Karakteristik rinci dari pengguna energi
- Data historis dan terkini dari kinerja energi
- Alat pemantauan, konfigurasi dan analisis informasinya
- Rencana yang akan datang yang dapat berpengaruh terhadap kinerja energi
- Dokumen desain operasi dan pemeliharaan
- Laporan audit energi dan kajian sebelumnya yang terkait dengan kinerja energi
- Tarif atau biaya energi untuk analisis finansial
- Dokumen data ekonomi lainnya yang relevan
Setelah mengindentifikasi energi yang digunakan, yang harus dilakukan oleh auditor energi adalah melakukan verifikasi data manajemen energi:
- Pengelolaan pengguna dan konsumsi energi, dan
- Sistem distribusi energi
Berikut ini adalah contoh distribusi energi yang dikonsumsi oleh bangunan gedung rumah sakit.
Merencanakan pengukuran parameter energi
Dua hal yang harus ditentukan dalam merencanakan pengukuran adalah metode sampling data dan menetapkan kesepakatan dengan organisasi.
Perlu diperhatikan bahwa metode sampling pengukuran yang digunakan haruslah sesuai dengan kecukupan kebutuhan data untuk proses analisa.
Sedangkan kesepakatan dengan organisasi mencakup diantaranya;
- Daftar titik pengukuran yang relevan, dan peralatan ukurnya diidentifikasi
- Tambahan titik pengukuran, peralatan ukur yang sesuai, proses terkait dan kelayakan pemasangannya
- Durasi dan frekuensi pada setiap pengukuran energi
- Periode waktu yang mewakili kegiatan ditentukan sesuai dengan kebutuhan analisis.
- Pertanggungjawaban dalam pelaksanaan pengukuran termasuk personel yang melaksanakan
- Kalibrasi peralatan pengukuran energi.
Melakukan survei lapangan
Dalam tahapan ini, yang dilakukan adalah:
- Melakukan observasi penggunaan energi dalam organisasi dan bandingkan dengan informasi yang diberikan sebelumnya
- Mengevaluasi penggunaan dan konsumsi energi sesuai dengan lingkup audit energi, batasan, tujuan audit dan metode yang disepakati
- Memahami dampak rutinitas operasi dan perilaku pengguna terhadap kinerja energi
- Mengidentifikasi ide awal, peluang, perubahan operasional atau teknologi yang dapat mengarah pada peningkatan kinerja energi
- Mengidentifikasi area dan proses yang memerlukan data tambahan untuk analisis selanjutnya
- Memastikan bahwa pengukuran, pengamatan, dan data historical mewakili praktik operasional
- Apabila terjadi kendala, segera menginformasikan organisasi tentang kesulitan tak terduga yang dihadapi selama audit energi, termasuk akses ke data dan dokumentasi.
Dalam pelaksanaannya, auditor energi harus mendapatkan persetujuan dari organisasi untuk mengidentifikasi seseorang atau lebih untuk memberikan akses dokumen ataupun pemasangan alat ukur yang relavan. Juga bertindak sebagai pemandu dan pendamping bagi auditor energi selama kunjungan lapangan sesuai kebutuhan.
Jika organisasi tidak dapat memenuhi permintaan ini, ruang lingkup audit energi mungkin perlu direvisi sesuai kesepakatan bersama.
Melakukan analisis data
Dalam tahap analisis data, auditor energi harus menetapkan dan mengevaluasi kinerja energi dari penggunaan energi dalam lingkup audit energi yang ditentukan. Kinerja energi existing merupakan acuan (baseline) untuk mengevaluasi perbaikan dan harus meliputi
- Rincian konsumsi energi menurut penggunaan dan sumbernya
- Penggunaan energi yang memperhitungkan konsumsi energi yang besar (Significant Energy Use, SEU)
- Jika tersedia dan dapat dibandingkan, perbandingan dengan nilai referensi dari proses serupa (Benchmarking)
- Pola historis kinerja energi
- Peningkatan yang diharapkan untuk kinerja energi
- Evaluasi indikator kinerja energi (Energy Performance Indicator, EnPI) yang ada, dan jika diperlukan diberikan usulan untuk EnPI yang baru.
Tujuan dari tahapan ini adalah mengidentifikasi dan juga mengevaluasi peluang peningkatan kinerja energi, yang bisa didasarkan pada :
- Desain dan pilihan konfigurasi sistem
- Usia, kondisi operasi, dan tingkat pemeliharaan peralatan
- Teknologi penggunaan energi yang ada dibandingkan dengan yang paling efisien di pasaran
- Praktik terbaik (Best Practices), termasuk kontrol dan perilaku operasional
- Penggunaan energi di masa depan dan perubahan dalam pengoperasian
- Perhitungan penghematan energi berdasarkan periode tertentu yang disepakati atau usia operasi peralatan.
- Penghematan biaya dan investasi dihitung berdasarkan rekomendasi perbaikan.
Keempat langkah audit energi diatas, adalah tahapan yang harus dilakukan oleh auditor energi sesuai dengan standar kompetensi yang di tetapkan oleh BNSP. Selengkapnya adalah modul yang ajarkan dalam training dan sertifikasi auditor energi.