Sistem Manajemen Energi ISO 50001:2018

Versi terbaru dari standar internasional Sistem Manajemen Energi ISO 50001 telah dipublikasikan pada bulan Agustus 2018 yang baru lalu. Sejak di publikasikan pertama kali tahun 2011, implementasi standar manajemen ini mengalami peningkatan yang cukup besar. Hingga akhir tahun 2016, tercatat tidak kurang dari dua puluh ribu organisasi di seluruh dunia telah menereapkan ISO 50001. Hal ini tidak terlepas dari keberhasilan banyak organisasi yang berhasil melakukan penghematan biaya energi 10% bahkan lebih. Yang menarik, kebanyakan melalui perubahan operasi dengan biaya rendah atau bahkan tanpa biaya.

Standar ini sangat adaptif terhadap perkembangan bisnis, relevan secara global dan transformasional. Hal ini memungkinkan setiap organisasi mampu menetapkan sistem dan proses yang diperlukan untuk terus menerus meningkatkan kinerja energinya. Dua elemen penting yang saling terkait, yaitu indikator kinerja energi (EnPI) dan baseline energi (EnB), digunakan untuk menunjukkan capaian peningkatan kinerja energi.

Bagaimanapun, tingkat keberhasilan implementasi sistem manajemen energi memerlukan budaya organisasi yang mendukung. Juga bergantung pada komitmen semua level dan fungsi manajemen, terutama manajemen puncak. Perubahan budaya organisasi dapat mulai dibangun dengan menumbuhkan kesadaran tentang apa manfaat dan berapa keuntungan finansial yang akan diperoleh.   

ISO 50001 menyatakan bahwa organisasi harus mampu mendifinisikan masalah eksternal dan internal, mengerti kebutuhan dan harapan pihak-pihak yang berkepentingan. Resiko apa yang mungkin terjadi dan peluang apa saja dapat diambil untuk meningkatkan kinerja energinya.

ISO 50001:2018

Selain beberapa perubahan yang spesifik terkait manajemen energi, ISO 50001:2018 menerapkan ISO high-level structure (HLS) yang umum digunakan pada semua standar ISO sehingga memudahkan untuk berintegrasi dengan sistem manajemen lainnya seperti ISO 9001, ISO 14001 dan ISO 45001.